Sistem Energi Pada Manusia

Setiap manusia membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas  dan latihan sehari-hari. Sumber energi tak langsung dalam tubuh adalah makanan. Makanan mengalami serangkaian reaksi kimia/metabolisme akan membentuk ATP yang merupakan sumber energi langsung dari tubuh (Noerhadi: 2006: 30).  Didalam tubuh terdapat 2 sistem untuk menghasilkan energi, yaitu sistem energi anaerobik (tidak memerlukan oksigen) dan sistem energi aerobik.

1. Sistem Energi Anaerobik

Energi anaerobik merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen (H) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu (seperti : etanol, asam laktat). Sistem energi anaerobik dibedakan menjadi 2, yaitu anaerobik alaktik (tidak menghasilkan asam laktat) dan anaerobik laktik (menghasilkan asam laktat).

a. Sistem energi anaerobik alaktik

Sistem ini menyediakan energi siap pakai yang diperlukan untuk permulaan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sumber energi diperoleh dari pemecahan simpanan ATP dan PC yang tersedia didalam otot. Menurut Jensen (1994: 12) yang dikutip oleh Djoko Pekik (2009: 34) menyatakan pada aktivitas maksimum sistem ini hanya dapat dipertahankan 6-8 detik, agar otot dapat berkontraksi, maka ATP yang telah dipergunakan perlu dibentuk kembali melalui pemecahan senyawa phosphocreatine (PC) yang juga tersimpan dalam otot. 1 senyawa phosphate yang terdapat dalam PC akan berikatan dengan senyawa phosphat yang terdapat dalam ADP untuk membentuk ATP.

b. Sistem energi anaerobik laktik

Aktivitas fisik yang terus beranjut sedangan penyediaan energi dari sistem anaerobik alaktik sudah tidak mencukupi lagi, maka energi akan disediakan dengan cara mengurangi glikogen otot dan glukosa darah melalui jalur glikolisis anaerobik (tanpa bantuan oksigen), glikolisis anaerobik mengahasilkan 2-3 ATP, juga menghasilkan asam laktat. Asam laktat yang terbentuk dan tertumpuk menyebabkan sel menjadi asam yang akan mempengaruhi efisiensi kerja otot, nyeri otot, dan kelelahan.

2. Sistem Energi Aerobik

Energi aerobik adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobik sehingga dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar. Energi ini dihasilkan dan disimpan dalam bentuk energi kimia yang siap digunakan, yaitu ATP. Sistem aerobik memrelukan kira-kira dua menit atau lebih untuk memulai memproduksi energi dalam merentesis ATP dari ADP+p. denyut jantung dan pernafasan harus ditingkatkan secara memadai untuk membawa sejumlah oksigen yang dibutuhkan ke sel otot sehingga glikogen dapat dipecah melalui hadirnya oksigen. Proses penyediaan energi dalam tubuh meliputi sistem energi anaerobik alaktik, anaerobik laktik dan aerobik tersebut bekerja secara serempak sesuai denga tingkat intensitas dan lama aktivitas sehingga sistem energi sering disebut sebagai sistem energi predominan.  

Masing masing energi memiliki kelebihan dan kekurangan antara lain: sistem energi anaerobik alaktik yang sangat cepat menghasilkan energi, tidak menghasilkan asam laktat, namun jumlah energi yang dihasilkan sangat sedikit dan hanya dapat dipergunakan untuk kontraksi otot beberapa detik saja. Sistem energi anaerobik laktik menghasilkan energi secara cepat, jumlah ATP lebih banyak yang dapat dipergunakan kontraksi lebih lama, namun terdapat asam laktat, sebaliknya sistem aerobik menghasilkan energi dalam waktu relatif lama, namun jumlah energi yang dihasilkan lebih banyak sehingga dapat dipergunakan untuk gerakan yang lebih lama.

Continue reading...

Sejarah dan Pengertian Zumba

Olahraga aerobik yang saat ini mulai digemari adalah zumba. Zumba dirasa mampu membakar lemak tubuh dan mengencangkan otot dengan cara yang menyenangkan. Disamping itu musik dan tarian yang menyenangkan dari gerakan zumba meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh sehingga proses pembakaran kalori dengan olahraga aerobik terkesan lebih mudah dan menyenangkan. Menurut Fonda (1988) , bahwa berolahraga dengan musik terasa lebih mudah dan menyenangkan, rasa sakit dan lelah seolah hilang dan terlupakan, sebab pada dasarnya setiap manusia memiliki jiwa seni dan musik.  
Zumba sudah dipernalkan sejak tahun 2001. Program zumba diciptakan oleh Alberto Beto Perez yang berasal dari Columbia, Amerika Selatan dan saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat keseluruh belahan dunia. Pada awalnya, Beto yang hendak mengajar senam aerobik yang ternyata tidak membawa CD (compact disc) irama dari senam aerobik tersebut, sehingga Beto berinisiatif untuk mengambil semua CD yang ada di mobilnya yang bergenre music beragam, kemudian Beto mencoba untuk membuat gerakan-gerakan senam yang akan dipraktekkannya di kelas senamnya, setelah kelas senam tersebut berakhir, respon positif didapatkan Beto dari murid-muridnya. Dasar gerakan zumba adalah tarian dan senam aerobik sehingga masuk dalam kategori dance fitness.
Menurut Johny Template (2011) dalam gerakannya yang merupakan kombinasi antara gerakan cepat dan lambat serta mengharuskan seluruh anggota badan bergerak secara ritmis membuat zumba mampu membantu tubuh membakar timbunan lemak. Utroq Trieha (2014) menjelaskan bahwa, meski terkesan menyenangkan, tarian zumba memberikan kemampuan membakar kalori jauh lebih banyak secara cepat, sekaligus membentuk otot tubuh. Menurut Alberto Beto Perez (2009) zumba berasal dari bahasa Columbia, zum-zum, yang artinya gerak cepat. Rangkaian gerak tarian zumba sangat menyenangkan sehingga tanpa disadari dapat menurunkan berat badan yang melakukannya. Menurut  Perez & Greenwood-Robinson (2009) yang dikutip Adriana Ljubojevic, et.al, (2014: 29) zumba merupakan jenis latihan tari baru dengan gabungan antara musik dan tarian Amerika Latin.
Sejarah dan Pengertian Zumba (image :www.solopos.com)

Zumba menggabungkan latihan dasar dari salsa, samba, cumbia, reggeaton dan tarian Amerika Latin, menggunakan dasar langkah aerobik, dan tarian lainnya seperti hip-hop, tari perut dan lain-lain. Zumba menggunakan prinsip-prinsip dasar latihan aerobik dengan tujuan latihan yang mengharuskan konsumsi kalori, meningkatkan sistem kardiovaskular dan kekuatan seluruh tubuh. Zumba memiliki gerakan tenaga sehingga menimbulkan kontraksi pada otot, seperti tarian lainnya yang merupakan latian kardio. Gerakan yang cepat juga menghasilkan tidak hanya pembakaran kalori dan lemak namun sekaligus menyehatkan jantung. Nancy Trisari (2014: 8) menyatakan target latihan zumba adalah all core, dengan sasaran fat and calorie burning, seperti dansa umumnya zumba bisa membakar 400-800 kalori, namun pada tingkat mahir, tarian ini bisa membakar lebih dari 1000 kalori per satu jam latihan. Zumba melatih seluruh tubuh dari kepala hingga kaki. Gerakan tarian meliputi gerakan pundak, tangan, perut, pinggul, dan kaki yang mampu meningkatkan fleksibilitas tubuh menjadi lebih baik. Gerakan zumba dalam model interval dengan irama gerakan lambat dan cepat yang di kombinasikan dalam latihan dapat membantu meningkatkan proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi selama latihan. Berbeda dengan senam aerobik senam zumba lebih santai, namun tetap tidak dilakukan secara bebas sehingga dapat menimbulkan terjadinya cedera.
Pada dasarnya gerakan zumba adalah 70% dansa dan 30% fitness. Hal ini menjadikan gerakan zumba tidak diajarkan terlebih dahulu melainkan secara langsung mengikuti gerakan instruktur.  Utroq Trieha (2014) menyatakan manfaat zumba yaitu:  
1. Menurunkan berat badan
2. Memperlancar aliran darah
3. Memperbaiki saluran pernapasan
4. Mengatasi insomnia
5. Menghilangkan stress
6. Mengembalikan good mood  
Gerakan  zumba mampu membakar lemak dan menyehatkan jantung,  serta dapat meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. Saat seseorang melakukan zumba, pembakaran kalori terjadi lebih banyak hal ini ditandai lebih banyaknya keringat yang dikeluarkan. Dalam satu jam gerakan zumba, sekitar 1.000 kalori akan terbakar. Latihan ini tentu lebih baik jika dibandingkan olahraga lain seperti jogging yang membakar 650 kalori, senam aerobik yang membakar 600 kalori dan bersepeda yang membakar 700 kalori. Menurut Perez & Greenwood-Robinson (2009) yang dikutip Adriana Ljubojevic, et.al, (2014: 30) prinsip-prinsip dasar zumba seperti halnya dengan senam aerobik yaitu dimulai denga pemanasan, bagian utama dari latihan dan pendinginan.
Continue reading...

Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (over behavior). (Soekidjo Notoatmodjo, 2007: 139-140).

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal mata pelajaran.(Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1999: 22).

Continue reading...

4 Manfaat Kelincahan Dalam Permainan

Dalam situasi permainan satu contoh seorang pemain yang terjatuh dan tergelincir masih bisa menguasai bola dan mampu mengoper dan mengarahkan bola keteman ataupun mencetak gol. Namun sebaliknya,seorang pemain yang kurang lincah mengalami situasi yang sama tidak saja mampu menguasai bola, namun kemungkinan justru mengalami cidera karena terjatuh. Kelincahan merupakan perpaduan unsur-unsur kondisi fisik lain seperti kekuatan, kecepatan, kelentukan, koordinasi, sehingga peningkatan kelincahan juga sangat berpengaruh terhadap unsur-unsur tersebut.
Menurut Suharno HP (1993 : 59 ), manfaat kelincahan antara lain :
1. dapat mengkoordinasi gerakan-gerakan yang berganda,
2. mempermudah penguasan teknik-teknik tinggi,
3. gerakan-gerakan yang dilakukan dapat efisien, efektif dan ekonomis,
4. Mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.
4 Manfaat Kelincahan Dalam Permainan
Continue reading...

2 Jenis Kelincahan Gerak

Menurut Suharno HP (1993: 51),macam kelincahan dibagi menjadi dua yaitu : (a) kelincahan umum (General Agility) artinya kelincahan seseorang untuk menghadapi olahraga pada umumnya dan dan menghadapi situasi hidup dengan lingkungan, (b) kelincahan khusus (Special Agility) artinya kelincahan seseorang untuk melakukan cabang olahraga lain tidak diperlukan. Dari berbagai berbagai pengertian di atas, kelincahan dapat disimpulkan sebagai suatu kemampuan gerak untuk  mengubah arah dan posisi tubuh secara cepat dan tepat dalam situasi yang dihadapi dan dikehendaki dengan melibatkan dukungan unsur fisik yang lain.
Menurut M Sajoto ( 1988 : 77), kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi di area tertentu. Seseorang yang mampu mengubah suatu posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti kelincahannya cukup baik.
2 Jenis Kelincahan Gerak
Sajoto ( 1988 : 9), menurutnya kelincahan atau agility adalah kemampuan mengubah posisi berbeda dalam kecepatan yang tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti berarti kelincahannya cukup baik.  Remmy Muchtar ( 1992 : 91), menyatakan kelincahan melibatkan interaksi dari berbagai unsur lain seperti kecepatan reaksi, kekuatan, kelentukan,ketrampilan motorik, dan sebagainya.


Continue reading...

Nilai-nilai Yang Bisa Diperoleh Dari Permainan Bolavoli

Permainan bolavoli saat ini tidak hanya merupakan olahraga rekreasi lagi melainkan menjadi olahraga prestasi. Sehingga menuntut kualitas pemain yang setinggi-tingginya. Dengan adanya tuntutan prestasi tinggi tersebut maka diperlukan cara memberikan latihan yang efektif dan efisien. Penguasaan teknik dasar yang sempurna akan menjadi dasar untuk mengembangkan mutu permainan.  Awal mula permainan bolavoli tidak ditentukan berapapun jumlahnya pemain dalam satu timnya, namun perkembangan zaman permainan bolavoli mengalami beberapa kali perubahan terutama permainannya. Peraturan yang terbaru saat ini jumlah nilainya dalam satu set adalah 25, kecuali set kelima atau set terakhir hanya 15, dengan menggunakan sistem rally point. Artinya apabila regu lawan mendapat giliran servis regu tersebut mendapatkan angka. Akibat suatu kesalahan adalah kehilangan rally dan regu yang memenangkan rally memenangkan satu angka dan berhak melakukan servis. Apabila dalam permainan bolavoli tersebut kedua regu keudukan angka sama 24-24, maka permainan dilanjutkan sampai terdapat selisih dua angka, untuk set penentuan dimainkan hanya sampai angka 15.

 

Lebih lanjut M. Margiyanto (1996:51), menjelaskan bahwa permainan bolavoli mengandung nilai-nilai sebagai berikut :  
1 Secara langsung dapat membentuk kepribadian anak didik.  
2 Memberi ketangkasan dan kecekatan pada anak didik.
3 Mendorong anak didik untuk terbiasa hidup bekerjasama dan tolong menolong.
4 Melatih anak didik untuk duduk terhadap peraturan yang berlaku.
5 Memupuk keberanian anak didik, sportivitas dan kepercayaan diri.  

 

Permainan bolavoli menurut Suharno HP. (1984 :1), olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak sampai orang dewasa, baik wanita maupun pria. Dengan bermain bolavoli akan berkembang baik secara unsur-unsur daya pikir, kemauan, dan perasaan. Di samping itu kepribadian juga dapat berkembang dengan baik terutama self control, disiplin, rasa kerja sama, rasa tanggungjawab terhadap apa yang diperbuatnya.

Ciri-ciri khas lain dari olahraga bolavoli adalah (1) kerja sama : (2) kecepatan bergerak; (3) lompatan yang tinggi untuk mengatasi bola di atas net (smash dan block) dan (4) kreatif. Oleh karena itu pemain bolavoli memerlukan fisik yang baik, profil yang tinggi dan atletis, sehat, trampil, cerdas, dan sikap sosial tinggi agar dapat menjadi pemain yang baik.  

Continue reading...

Model Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli

Pembelajaran passing bawah bolavoli dapat dilakukan dalam bentuk kelompok, pasangan, dan perorangan, sebagai berikut:
a. Melatih perkenaan bola dengan baik dengan berdiri kangkang satu kaki di depan kmudian ola dilambungkan kira-kira 30-40 cm di depan badan dengan dua tangan dijulurkan lurus ke depan. Bola dilambungkan di atas lengan bawah tanpa meluruskan atau gerakan lutut kaki, kemudian ditangkap dan diulangi kembali.
b. Modifikasi latihan dengan bola dipassing bawah beberapa kali sambil meluruskan lutut.
c. Bola dipantulkan ke lantai, dipassing bawah dan ditangkap. Pada saat mempassing bawah kedua lengan lurus
d. Latihan Passing Bawah Berpasangan, dua anak saling berhadapan dengan jarak 2 meter, seorang akan melemparkan bola kepada pasangannya, dan pasangannya tersebut melakukan passing bawah. Setelah gerakan dilakukan beberapa kali bergantian yaitu pelempar melakukan passing bawah  dan yang semula melakukan passing bawah menjadi pelempar.
e. Kemudian dengan variasi latiha arah bola dari pelempar bervariasi misalnya lurus ke depan, serong ke kanan atau ke kiri.
f. Latihan passing bawah berkelompok, guru melemparkan bola melewati jaring siswa sambil bergerak berputar melakukan passing bawah jika bola yang di lempar oleh guru mengarah kepada siswa tersebut.

Continue reading...

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui oleh para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Adapun karakteristik anak SD menurut Kurnia Septa (2011: 25), adalah sebagai berikut:
1. Anak SD senang bermain, karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih-lebih untuk kelas bawah.
2. Anak SD senang bergerak, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak.
3. Anak SD senang bekerja dalam kelompok, dari pergaulannya dengan kelompok sebaya, anak belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi.
4. Anak SD senang merasakan atau melakukan/memperagakan sesuatu secara langsung.
Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama.  

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas (image : ayomengajarindonesia)

Adapun ciri khas anak usia SD antara lain: 
1. Konfromitas pada teman sebaya.
2. Bermain kelompok.
3. Perkembangan moral: Perkembangan hati nurani.
4. Eksplorasi bakat minat.
5. Minat membaca.  

Sedangkan karakteristik siswa SD kelas atas menurut Siti Partini dalam diktat kuliah perkembangan peserta didik (2007: 37), adalah sebagai berikut:
1. Perhatiannya tertuju kepada kehidupan yang praktis sehari-hari.
2. Ingin tahu, ingin belajar, realistis.
3. Timbul minat pada pelajaran khusus.
4. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.
5. Anak suka membentuk kelompok sebaya atau peer-group untuk bermain bersama, dan mereka membuat peraturan sendiri dalam kelompoknya.  

Menurut Anarino, Cowell dan Sukintaka (1992 :  42-43), anak dengan umur 11-12 tahun memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Pertumbuhan otot lengan dan otot tungkai makain bertambah.
2. Ada kesadaran mengenai badannya.
3. Anak laki-laki lebih menguasai permainan kasar.
4. Pertumbuhan tinggi dan berat tidak baik.
5. Kekuatan otottidak menunjang pertumbuhan.
6. Waktu reaksi makin baik.
7. Perbedaan akibat jenis kelamin nyata.
8. Koordinasi main baik.
9. Badan lebih sehat dan kuat.
10. Tungkai mengalami masalah pertumbuhan dibandingkan anggota atas.
11. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan kekuatan otot dan ketrampilan antara anak laki-laki dan perempuan.  

Psikologi dan Mental   
1. Kesenangan bermain dengan bola semakin bertambah.
2. Menaruh perhatian pada permainan yang teroganisir.
3. Sifat kepahlawanan kuat.
4. Belum mengetahuai problem kesehatan masyarakat.
5. Perhatian terhadap teman sekelompok semakin kuat.
6. Perhatian terhadap bentuk semakin bertambah.
7. Beberapa anak mudah menjadi putus asa dan akan mudah bangkit bila tidak sukses.
8. Mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjadi dewasa.
9. Berusaha untuk dapat mendapatkan guru yang dapat membenarkannya.
10. Mulai mengerti tentang waktu dan menghendaki segala sesuatunya selesai pada waktunya.
11. Kemampuan membaca mulai berbeda, tetapi anak mulai tertarik pada kenyataan yang diperoleh lewat bacaan.

Sosial dan Emosional
1. Pengantaran emosionalnya tidak tetap dalam proses kematangan jasmani.
2. Menginginkan masuk ke dalam kelompok sebaya, dan biasanya perbedaan pada kelompok sebaya ini akan menyebabkan kebinggungan pada tahapan ini.
3. Memudahkan dibangkitkan.
4. Putri menaruh perhatian terhadap laki-laki.
5. Ledakan emosi biasa saja.
6. Rasa kasih sayang seperti orang dewasa.
7. Senang sekali memuji dan mengagungkan.
8. Suka mengkritik orang dewasa.
9. Laki-laki membenci putri, sedangkan putri membenci laki-laki yang lebih tua.
10. Rasa bangga berkembang.
11. Ingin mengetahui segalanya.
12. Mau mengerjakan pekerjaan bila didorong oleh orang dewasa.
13. Merasa sangat puas bila dapat menyelesaikannya, mengatasi dan mempertahankan sesuatu, atau tidak berbuat kesalahan, karena mereka akan merasa tidak senang kalau kehilangan atau berbuat kesalahan.
14. Merindukan pengakuan dari kelompoknya.
15. Kerjasama meningkat, terutama sesama laki-laki, kualitas kepemimpinan mulai nampak.
16. Senang pada kelompok melebihi kegiatan individu, mudah untuk bertemu.
17. Senang merasakan apa yang mereka kehendaki.
18. Loyal terhadap kelompok atau gank”nya.
19. Perhatian terhadap kelompok sejenis sangat luas.
Continue reading...

Hakikat Power Tungkai

Menurut Mochamad Sajoto (1988: 55), Power atau daya ledak adalah kemampuan melakukan gerakan secara eksplosif. Power adalah perkalian kekuatan maksimal (force) dengan waktu pelaksanaan tersebut. Seorang dapat mengangkatnya lebih cepat dari pada yang lain, maka orang itu dikatakan memiliki power yang lebih baik dibandingkan orang yang mengangkat beban lebih lambat. Menurut Komarudin, (2005 : 32 ), Power adalah kombinasi dari kekuatan dan kecepatan. Dijelaskan juga kekuatan mengukur kemampuan untuk mengangkat beban dengan menggunakan kecepatan yang eksplosif. Explosive Power atau daya ledak adalah kemampuan otot atau sekelompok otot seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya atau sesingkat –singkatnya.
Menurut Harsono (1998 : 176), power merupakan hasil kali kekuatan dan kecepatan. Dicontohkan ada dua orang individu mengangkat beban 50 kg, akan tetapi yang seorang dapat mengangkat dengan cepat sedangkan individu yang lain lebih lambat. Untuk unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu singkat ini tercermin seperti dalam aktivitas tendangan tinggi, tolak peluru, serta gerak lain yang bersifat eksplosif.
Menurut Fox,dkk yang dikutip oleh R. Musa Arifin (1998: 12), kemampuan sekelompok otot dalam usaha melawan tegangan dalam suatu usaha. Beltasar Tarigan (2005: 9), menyatakan bahwa kekuatan otot sekelompok otot pada usaha tunggal secara maksimal. Menurut Ismaryati (2006 : 111), Kekuatan otot adalah tenaga adalah kontraksi otot yang dicapai dalam sekali usaha maksimal, usaha maksimal ini dilakukan oleh otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu tahanan.
Harsono (1998 : 200 ), Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Menurut Bomba. O. (1994 : 269), power merupakan perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot. Menurut Sukadiyanto (2005 : 84 ), power adalah sama dengan kekuatan kecepatan dimana setiap otot untuk menjawab setiap rangsangan dalam waktu sesingkat mungkin dengan menggunakan kekuatan otot. Lebih lanjut Sukadiyanto (2005: 84 ), power adalah hasil kali kekuatan dan kecepatan dengan kata lain bahwa power sama dengan kekuatan eksplosif atau kekuatan elastis. 
Menurut James G. Hay dan J. Gavin Reid (1982 : 92-94), anatomi anggota gerak bawah (tungkai) terdiri dari tulang-tulang sebagai berikut : “ (1) femur, (2) Patella, (3) Tibia,(4) Fibula, (5) ossa Tarsi, (6) ossa Matatarsi, (7) Digiti. 
Menurut Werner Platzer ( 1983 : 222-243 ) terdiri dari (a) otot tensor fasia lata , (b) otot abduktor dari paha , (c) otot vastus Laterae, (d) otot Rectus femoris, (e) otot Sartorius, (f) otot Vastus medialis, (g) otot Abduktor, (h) otot gluteus Maximus, (i) otot paha lateral dan medial.

Continue reading...

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kelincahan

Menurut Josef Nossek dalam M. Furqon (1982 : 97 ), faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan yaitu kualitas kekuatan, keualitas kecepatan, kualitas kelentukan, kualitas ketrampilan gerak, kecepatan reaksi. Menurut Zaciorskif dalam M. Furqon ( 1995 : 104), kriteria kelincahan adalah kompleksitas koordinasi aktivitas gerak, ketepatan penampilan, waktu yang diterapkan yang diperlukan dalam melakukan ketrampilan gerak. Sedangkan menurut Suharno HP (1993 : 51 ), bahwa faktor-faktor  yang mempengaruhi kelincahan adalah kecepatan reaksi dan kecepatan gerak, kemampuan berorientasi terhadap masalah yang dihadapi, kemampuan mengatur keseimbangan, tergantung pada kelentukan sendi-sendi dan kemampuan mengerem gerakan-gerakan.

Continue reading...