4 Manfaat Kelincahan Dalam Permainan

Dalam situasi permainan satu contoh seorang pemain yang terjatuh dan tergelincir masih bisa menguasai bola dan mampu mengoper dan mengarahkan bola keteman ataupun mencetak gol. Namun sebaliknya,seorang pemain yang kurang lincah mengalami situasi yang sama tidak saja mampu menguasai bola, namun kemungkinan justru mengalami cidera karena terjatuh. Kelincahan merupakan perpaduan unsur-unsur kondisi fisik lain seperti kekuatan, kecepatan, kelentukan, koordinasi, sehingga peningkatan kelincahan juga sangat berpengaruh terhadap unsur-unsur tersebut.
Menurut Suharno HP (1993 : 59 ), manfaat kelincahan antara lain :
1. dapat mengkoordinasi gerakan-gerakan yang berganda,
2. mempermudah penguasan teknik-teknik tinggi,
3. gerakan-gerakan yang dilakukan dapat efisien, efektif dan ekonomis,
4. Mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.
4 Manfaat Kelincahan Dalam Permainan
Continue reading...

2 Jenis Kelincahan Gerak

Menurut Suharno HP (1993: 51),macam kelincahan dibagi menjadi dua yaitu : (a) kelincahan umum (General Agility) artinya kelincahan seseorang untuk menghadapi olahraga pada umumnya dan dan menghadapi situasi hidup dengan lingkungan, (b) kelincahan khusus (Special Agility) artinya kelincahan seseorang untuk melakukan cabang olahraga lain tidak diperlukan. Dari berbagai berbagai pengertian di atas, kelincahan dapat disimpulkan sebagai suatu kemampuan gerak untuk  mengubah arah dan posisi tubuh secara cepat dan tepat dalam situasi yang dihadapi dan dikehendaki dengan melibatkan dukungan unsur fisik yang lain.
Menurut M Sajoto ( 1988 : 77), kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi di area tertentu. Seseorang yang mampu mengubah suatu posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti kelincahannya cukup baik.
2 Jenis Kelincahan Gerak
Sajoto ( 1988 : 9), menurutnya kelincahan atau agility adalah kemampuan mengubah posisi berbeda dalam kecepatan yang tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti berarti kelincahannya cukup baik.  Remmy Muchtar ( 1992 : 91), menyatakan kelincahan melibatkan interaksi dari berbagai unsur lain seperti kecepatan reaksi, kekuatan, kelentukan,ketrampilan motorik, dan sebagainya.


Continue reading...

Nilai-nilai Yang Bisa Diperoleh Dari Permainan Bolavoli

Permainan bolavoli saat ini tidak hanya merupakan olahraga rekreasi lagi melainkan menjadi olahraga prestasi. Sehingga menuntut kualitas pemain yang setinggi-tingginya. Dengan adanya tuntutan prestasi tinggi tersebut maka diperlukan cara memberikan latihan yang efektif dan efisien. Penguasaan teknik dasar yang sempurna akan menjadi dasar untuk mengembangkan mutu permainan.  Awal mula permainan bolavoli tidak ditentukan berapapun jumlahnya pemain dalam satu timnya, namun perkembangan zaman permainan bolavoli mengalami beberapa kali perubahan terutama permainannya. Peraturan yang terbaru saat ini jumlah nilainya dalam satu set adalah 25, kecuali set kelima atau set terakhir hanya 15, dengan menggunakan sistem rally point. Artinya apabila regu lawan mendapat giliran servis regu tersebut mendapatkan angka. Akibat suatu kesalahan adalah kehilangan rally dan regu yang memenangkan rally memenangkan satu angka dan berhak melakukan servis. Apabila dalam permainan bolavoli tersebut kedua regu keudukan angka sama 24-24, maka permainan dilanjutkan sampai terdapat selisih dua angka, untuk set penentuan dimainkan hanya sampai angka 15.

 

Lebih lanjut M. Margiyanto (1996:51), menjelaskan bahwa permainan bolavoli mengandung nilai-nilai sebagai berikut :  
1 Secara langsung dapat membentuk kepribadian anak didik.  
2 Memberi ketangkasan dan kecekatan pada anak didik.
3 Mendorong anak didik untuk terbiasa hidup bekerjasama dan tolong menolong.
4 Melatih anak didik untuk duduk terhadap peraturan yang berlaku.
5 Memupuk keberanian anak didik, sportivitas dan kepercayaan diri.  

 

Permainan bolavoli menurut Suharno HP. (1984 :1), olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak sampai orang dewasa, baik wanita maupun pria. Dengan bermain bolavoli akan berkembang baik secara unsur-unsur daya pikir, kemauan, dan perasaan. Di samping itu kepribadian juga dapat berkembang dengan baik terutama self control, disiplin, rasa kerja sama, rasa tanggungjawab terhadap apa yang diperbuatnya.

Ciri-ciri khas lain dari olahraga bolavoli adalah (1) kerja sama : (2) kecepatan bergerak; (3) lompatan yang tinggi untuk mengatasi bola di atas net (smash dan block) dan (4) kreatif. Oleh karena itu pemain bolavoli memerlukan fisik yang baik, profil yang tinggi dan atletis, sehat, trampil, cerdas, dan sikap sosial tinggi agar dapat menjadi pemain yang baik.  

Continue reading...

Model Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli

Pembelajaran passing bawah bolavoli dapat dilakukan dalam bentuk kelompok, pasangan, dan perorangan, sebagai berikut:
a. Melatih perkenaan bola dengan baik dengan berdiri kangkang satu kaki di depan kmudian ola dilambungkan kira-kira 30-40 cm di depan badan dengan dua tangan dijulurkan lurus ke depan. Bola dilambungkan di atas lengan bawah tanpa meluruskan atau gerakan lutut kaki, kemudian ditangkap dan diulangi kembali.
b. Modifikasi latihan dengan bola dipassing bawah beberapa kali sambil meluruskan lutut.
c. Bola dipantulkan ke lantai, dipassing bawah dan ditangkap. Pada saat mempassing bawah kedua lengan lurus
d. Latihan Passing Bawah Berpasangan, dua anak saling berhadapan dengan jarak 2 meter, seorang akan melemparkan bola kepada pasangannya, dan pasangannya tersebut melakukan passing bawah. Setelah gerakan dilakukan beberapa kali bergantian yaitu pelempar melakukan passing bawah  dan yang semula melakukan passing bawah menjadi pelempar.
e. Kemudian dengan variasi latiha arah bola dari pelempar bervariasi misalnya lurus ke depan, serong ke kanan atau ke kiri.
f. Latihan passing bawah berkelompok, guru melemparkan bola melewati jaring siswa sambil bergerak berputar melakukan passing bawah jika bola yang di lempar oleh guru mengarah kepada siswa tersebut.

Continue reading...

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui oleh para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Adapun karakteristik anak SD menurut Kurnia Septa (2011: 25), adalah sebagai berikut:
1. Anak SD senang bermain, karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih-lebih untuk kelas bawah.
2. Anak SD senang bergerak, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak.
3. Anak SD senang bekerja dalam kelompok, dari pergaulannya dengan kelompok sebaya, anak belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi.
4. Anak SD senang merasakan atau melakukan/memperagakan sesuatu secara langsung.
Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama.  

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas (image : ayomengajarindonesia)

Adapun ciri khas anak usia SD antara lain: 
1. Konfromitas pada teman sebaya.
2. Bermain kelompok.
3. Perkembangan moral: Perkembangan hati nurani.
4. Eksplorasi bakat minat.
5. Minat membaca.  

Sedangkan karakteristik siswa SD kelas atas menurut Siti Partini dalam diktat kuliah perkembangan peserta didik (2007: 37), adalah sebagai berikut:
1. Perhatiannya tertuju kepada kehidupan yang praktis sehari-hari.
2. Ingin tahu, ingin belajar, realistis.
3. Timbul minat pada pelajaran khusus.
4. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.
5. Anak suka membentuk kelompok sebaya atau peer-group untuk bermain bersama, dan mereka membuat peraturan sendiri dalam kelompoknya.  

Menurut Anarino, Cowell dan Sukintaka (1992 :  42-43), anak dengan umur 11-12 tahun memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Pertumbuhan otot lengan dan otot tungkai makain bertambah.
2. Ada kesadaran mengenai badannya.
3. Anak laki-laki lebih menguasai permainan kasar.
4. Pertumbuhan tinggi dan berat tidak baik.
5. Kekuatan otottidak menunjang pertumbuhan.
6. Waktu reaksi makin baik.
7. Perbedaan akibat jenis kelamin nyata.
8. Koordinasi main baik.
9. Badan lebih sehat dan kuat.
10. Tungkai mengalami masalah pertumbuhan dibandingkan anggota atas.
11. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan kekuatan otot dan ketrampilan antara anak laki-laki dan perempuan.  

Psikologi dan Mental   
1. Kesenangan bermain dengan bola semakin bertambah.
2. Menaruh perhatian pada permainan yang teroganisir.
3. Sifat kepahlawanan kuat.
4. Belum mengetahuai problem kesehatan masyarakat.
5. Perhatian terhadap teman sekelompok semakin kuat.
6. Perhatian terhadap bentuk semakin bertambah.
7. Beberapa anak mudah menjadi putus asa dan akan mudah bangkit bila tidak sukses.
8. Mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjadi dewasa.
9. Berusaha untuk dapat mendapatkan guru yang dapat membenarkannya.
10. Mulai mengerti tentang waktu dan menghendaki segala sesuatunya selesai pada waktunya.
11. Kemampuan membaca mulai berbeda, tetapi anak mulai tertarik pada kenyataan yang diperoleh lewat bacaan.

Sosial dan Emosional
1. Pengantaran emosionalnya tidak tetap dalam proses kematangan jasmani.
2. Menginginkan masuk ke dalam kelompok sebaya, dan biasanya perbedaan pada kelompok sebaya ini akan menyebabkan kebinggungan pada tahapan ini.
3. Memudahkan dibangkitkan.
4. Putri menaruh perhatian terhadap laki-laki.
5. Ledakan emosi biasa saja.
6. Rasa kasih sayang seperti orang dewasa.
7. Senang sekali memuji dan mengagungkan.
8. Suka mengkritik orang dewasa.
9. Laki-laki membenci putri, sedangkan putri membenci laki-laki yang lebih tua.
10. Rasa bangga berkembang.
11. Ingin mengetahui segalanya.
12. Mau mengerjakan pekerjaan bila didorong oleh orang dewasa.
13. Merasa sangat puas bila dapat menyelesaikannya, mengatasi dan mempertahankan sesuatu, atau tidak berbuat kesalahan, karena mereka akan merasa tidak senang kalau kehilangan atau berbuat kesalahan.
14. Merindukan pengakuan dari kelompoknya.
15. Kerjasama meningkat, terutama sesama laki-laki, kualitas kepemimpinan mulai nampak.
16. Senang pada kelompok melebihi kegiatan individu, mudah untuk bertemu.
17. Senang merasakan apa yang mereka kehendaki.
18. Loyal terhadap kelompok atau gank”nya.
19. Perhatian terhadap kelompok sejenis sangat luas.
Continue reading...

Hakikat Power Tungkai

Menurut Mochamad Sajoto (1988: 55), Power atau daya ledak adalah kemampuan melakukan gerakan secara eksplosif. Power adalah perkalian kekuatan maksimal (force) dengan waktu pelaksanaan tersebut. Seorang dapat mengangkatnya lebih cepat dari pada yang lain, maka orang itu dikatakan memiliki power yang lebih baik dibandingkan orang yang mengangkat beban lebih lambat. Menurut Komarudin, (2005 : 32 ), Power adalah kombinasi dari kekuatan dan kecepatan. Dijelaskan juga kekuatan mengukur kemampuan untuk mengangkat beban dengan menggunakan kecepatan yang eksplosif. Explosive Power atau daya ledak adalah kemampuan otot atau sekelompok otot seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya atau sesingkat –singkatnya.
Menurut Harsono (1998 : 176), power merupakan hasil kali kekuatan dan kecepatan. Dicontohkan ada dua orang individu mengangkat beban 50 kg, akan tetapi yang seorang dapat mengangkat dengan cepat sedangkan individu yang lain lebih lambat. Untuk unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu singkat ini tercermin seperti dalam aktivitas tendangan tinggi, tolak peluru, serta gerak lain yang bersifat eksplosif.
Menurut Fox,dkk yang dikutip oleh R. Musa Arifin (1998: 12), kemampuan sekelompok otot dalam usaha melawan tegangan dalam suatu usaha. Beltasar Tarigan (2005: 9), menyatakan bahwa kekuatan otot sekelompok otot pada usaha tunggal secara maksimal. Menurut Ismaryati (2006 : 111), Kekuatan otot adalah tenaga adalah kontraksi otot yang dicapai dalam sekali usaha maksimal, usaha maksimal ini dilakukan oleh otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu tahanan.
Harsono (1998 : 200 ), Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Menurut Bomba. O. (1994 : 269), power merupakan perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot. Menurut Sukadiyanto (2005 : 84 ), power adalah sama dengan kekuatan kecepatan dimana setiap otot untuk menjawab setiap rangsangan dalam waktu sesingkat mungkin dengan menggunakan kekuatan otot. Lebih lanjut Sukadiyanto (2005: 84 ), power adalah hasil kali kekuatan dan kecepatan dengan kata lain bahwa power sama dengan kekuatan eksplosif atau kekuatan elastis. 
Menurut James G. Hay dan J. Gavin Reid (1982 : 92-94), anatomi anggota gerak bawah (tungkai) terdiri dari tulang-tulang sebagai berikut : “ (1) femur, (2) Patella, (3) Tibia,(4) Fibula, (5) ossa Tarsi, (6) ossa Matatarsi, (7) Digiti. 
Menurut Werner Platzer ( 1983 : 222-243 ) terdiri dari (a) otot tensor fasia lata , (b) otot abduktor dari paha , (c) otot vastus Laterae, (d) otot Rectus femoris, (e) otot Sartorius, (f) otot Vastus medialis, (g) otot Abduktor, (h) otot gluteus Maximus, (i) otot paha lateral dan medial.

Continue reading...

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kelincahan

Menurut Josef Nossek dalam M. Furqon (1982 : 97 ), faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan yaitu kualitas kekuatan, keualitas kecepatan, kualitas kelentukan, kualitas ketrampilan gerak, kecepatan reaksi. Menurut Zaciorskif dalam M. Furqon ( 1995 : 104), kriteria kelincahan adalah kompleksitas koordinasi aktivitas gerak, ketepatan penampilan, waktu yang diterapkan yang diperlukan dalam melakukan ketrampilan gerak. Sedangkan menurut Suharno HP (1993 : 51 ), bahwa faktor-faktor  yang mempengaruhi kelincahan adalah kecepatan reaksi dan kecepatan gerak, kemampuan berorientasi terhadap masalah yang dihadapi, kemampuan mengatur keseimbangan, tergantung pada kelentukan sendi-sendi dan kemampuan mengerem gerakan-gerakan.

Continue reading...

Tujuan Permainan Bolavoli

Permainan bolavoli merupakan permainan bola besar yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari enam orang. Permainan bolavoli dimulai dengan pukulan servis yang dilakukan oleh pemain kanan belakang posisi di daerah servis. Bola harus dipukul dengan satu tangan atau salah satu bagian lengan dan sesudah bola dilambungkan atau dilepas dari tangan dan sebelum menyentuh salah satu bagian dari badan atau permukaan lapangan. Lapangan permainan berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m, lapangan dibagi dua bagian yang sama besar oleh sebuah garis tengah yang diatasnya dibentangkan net dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri (M. Yunus, 1992:8).  Tujuan para pemain adalah memasukkan bola kearah lawan melewati atas net dengan cara memvoli bola atau memainkan bola sebelum bola menyentuh lantai, bola dapat dipantulkan dengan seluruh anggota badan. Masing-masing regu berhak memainkan bola sebanyak tiga kali sentuhan kecuali perkenaan satu pantulan blok tidak dihitung sebagai pantulan pertama untuk regunya (M. Yunus, 1992 :1)
Tujuan Permainan Bolavoli
.
Continue reading...

Teknik Passing Bawah Bolavoli

Passing bawah adalah penerimaan bola dengan gaya menggali. Passing bawah merupakan satu-satunya cara untuk menerima servis yang sulit atau bola liar, kemudian cepat-cepat pindah keposisi yang terbaik untuk menerima bola tersebut kemudian melakukan passing bawah sesuai dengan tujuannya mengarahkan bola. Passing bawah dapat dilakukan dengan dua tangan dan satu tangan, hanya saja teknik passing bawah dengan satu tangan hendaknya hanya dilakukan bila terpaksa atau tidak mungkin untuk melakukan passing bawah dengan dua tangan, misalnya: bola yang jatuh di sebelah kanan dan kiri badan dan cepat datangnya.
Dalam latihan passing bawah hendaknya dilatih teknik-teknik permainan bola yang meliputi: Penerimaan servis, Penerimaan bola smash, Penerimaan bola pantulan dari net. Prinsip pokok dalam melakukan passing bawah menurut Nuril Ahmadi (dalam Panduan Olahraga Bola Voli : 2007), sebagai berikut: memainkan bola dengan sisi dalam lengan bawah merupakan teknik bermain yang cukup penting. Kegunaan teknik lengan bawah antara lain: untuk penerimaan bola servis, untuk penerimaan bola dari lawan yang berupa serangan/smash, untuk pengambilan bola setelah terjadi blok atau bola dari pantulan net, untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang jauh di luar lapangan permainan, untuk pengambilan bola yang rendah dan mendadak datangnya.
Adapun teknik passing bawah adalah sebagai berikut : 
Sikap Permulaan
Bergerak ke arah datangnya bola dan atur posisi tubuh.
Genggam jemari tangan.
Kaki dalam posisi meregang dengan santai, bahu terbuka lebar.
Tekuk lutut, tahan tubuh dalam posisi rendah. 
Bentuk landasan dengan lengan.
Sikut terkunci.
Lengan sejajar dengan paha.
Pinggang lurus. 
Pandangan ke arah bola. 

Sikap saat perkenaan
Terima bola di depan badan.
Kaki sedikit diulurkan.
Berat badan dialihkan ke depan.
Pukullah bola jauh dari badan.
Pinggul bergerak ke depan. 
Perhatikan bola saat menyentuh lengan. Perkenaan pada lengan bagian dalam permukaan yang luas di antara pergelangan tangan dan siku.
Gerakan lanjutan
Setelah bola berhasil dipassing bawah maka segera diikuti pengambilan sikap siap normal kembali dengan tujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jari tangan tetap digenggam. 
Sikut tetap terkunci. 
Landasan mengikuti bola ke sasaran. 
Pindahkan berat badan ke arah sasaran. 
Perhatikan bola bergerak ke sasaran.

Kesalahan-kesalahan umum pada teknik passing bawah:
1.Lengan memukul ditekuk pada siku sehingga papan pemukul sempit akibatnya bola berputar dan menyeleweng arahnya.
2.Terlalu banyak gerakan lengan pukulan ke depan dibandingkan gerakan ke atas sehingga sudut datang bola terhadap lengan bawah pemukul tidak 90 derajat.
3.Perkenaan bola pada kepalan telapak tangan.
4.Kurang sejajar dari dua lengan bawah sebagai pemukul.
5.Tidak ada koordinasi yang harmonis antara gerakan lengan, badan dan kaki.
6.Terlalu eksplosif gerakan ayunan secara keseluruhan sehingga bola lari jauh menyeleweng.
7.Kurang menekuk lutut pada langkah persiapan pelaksanaan.
8.Perkenaan bola pada lengan bawah tyerlambat (lebih tinggi dari dada) sehingga bola arahnya ke atas belakang yang tidak sesuai dengan tujuan passing.
9.Bola tinggi yang sebenarnya diambil dengan dengan passing atas, mengapa pengambilan dilakukan dengan passing bawah.
10.Terlambat melangkah ke samping atau ke depan agar bola selalu terkurung di depan badan sebelum persentuhan bola oleh lengan pemukul.
11.Pemain malas melakukan passing atas terutama pada wanita setelah mengusai passing bawah.
12.Kurang dapat mengatur perkenaan yang tepat sesuai dengan datangnya bola (cepat, lambat, berputar atau tidak keadaan bola yang datang). 
13.Lengan pemukul digerakkan dua kali.
14.Lengan pemukul diayunkan lebih tinggi dari bahu.

Continue reading...

Teknik Dasar Permainan Bolavoli

Teknik dasar permainan bolavoli meliputi : (1) servis; (2) passing; (3) umpan/set-up; (4) smash/spike; (5) bendungan/block.
Servis bolavoli 
Servis adalah tanda saat dimulainya permainan dan juga merupakan serangan awal bagi regu yang melakukan servis. Servis dapat dilakukan dengan tangan dari bawah yang disebut dengan istilah servis tangan bawah atau dilakukan dengan tangan dari atas yang dikenal dengan istilah servis tangan atas. 

Servis bawah bolavoli
Sikap permulaan Berdiri di daerah servis dengan kaki kiri di depan (bagi mereka yang tidak kidal). Pegang bola dengan tangan kiri di depan samping pingga, tangan kanan menggenggam atau telapak tangan boleh juga terbuka, lutut agak sedikit ditekuk berat badan di tengah. 
Gerak Pelaksanaan Bola dilambungkan ke atas kira-kira 60 s/d 100 cm, atau hanya sekedar dilepas, tangan kanan sebagai tangan pemukul diayunkan ke belakang jauh, dengan siku lurus, kemudian dengan cepat tangan diayunkan ke belakang. 
Gerakan Lanjutan
 
Servis bawah bolavoli
Sikap Permulaan Berdiri di daerah servis, kaki kiri sedikit di depan bagi yang tidak kidal dan bagi yang kidal sebaliknya. Lutut sedikit ditekuk dengan tangan kiri memegang bola dan tangan kanan memegang bagian atas bola. 
Sikap Pelaksanaan Bola dilambungkan bersamaan dengan itu tangan kanan tarik ke atas belakang, kemudian tangan kanan memukul bola yang berada di atas depan kepala setinggi raihan tangan kanan. Saat memukul tangan kanan meraup seperti menaungi bola. 
Gerak Lanjutan  Setelah memukul bola diikuti dengan memindahkan berat badan ke depan dan gerak langkah kaki ke depan segera masuk ke lapangan permainan mengambil sikap siap normal. 

Passing bolavoli
Passing adalah upaya seseorang pemain bolavoli dengan cara menggunakan suatu gerakan teknik tertentu yang tujuannya untuk mengoper bola kepada teman seregunya untuk memainkan bola di lapangan sendiri, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada lawan.

Pasing bawah bolavoli
Sikap Permulaan;  Ambil sikap siap normal dalam posisi, yaitu kedua lutut ditekuk dengan badan sedikit dibungkukkan ke depan, berat badan bertumpu pada kedua kaki, sikap sedikit jongkok sambil kaki dibuka kedua tangan rapat dan berjulur lurus, sikap tubuh merendah, dengan kedua lengan bawah seperti mengangkat, kedua tangan saling terkait. 
Gerakan Pelaksanaan  Ayunkan kedua lengan ke arah bola, dengan sumbu gerak pada sendi bahu, dan siku benar-benar dalam keadaan lurus. Perkenaan bola pada lengan bawah di atas pergelangan tangan di bawah siku, lengan diayunkan dan diangkat untuk mengarah bola.
Gerakan Lanjutan  Setelah ayunan lengan mengenai bola, kembali mengambil sikap siap normal.

Passing Atas bolavoli
Sikap Permulaan :  Posisi tiap normal, yaitu kedua kaki merenggang berat badan pada kedua kaki, lutut ditekuk merendah, jari-jari tangan terbuka lebar membentuk cekungan setengah bola. 
Gerakan Pelaksanaan  Pada saat bola di atas depan dahi, lengan diluruskan gerakan eksplosif untuk mendorong bola, pada waktu perkenaan dengan bola jari-jari agar ditegangkan, dan diikuti dengan gerakan pergelangan tangan agar dapat mengarahkan sesuai dengan kehendak pemain. 
Gerakan Lanjutan  Setelah bola memantul dengan baik lanjutkan dengan luruskan tangan ke depan atas sebagai satu gerakan lanjutan dan bersiap kembali ke posisi normal.

Smash bolavoli
Smash adalah pukulan utama dalam penyerangan dalam rangka usaha untuk mencari kemenangan, dengan cara memukul bola menukik kearah lawan.
Sikap Permulaan   Berdiri siap loncat dengan jarak renggang dari arah net
Gerakan Pelaksanaan   Langkahkan kaki ke depan kemudian diikuti dengan tolakan dengan bertumpu paa kedua ujung telapak kaki dan kedua lutut ditekuk, badan sedikit condong ke depan, tangan disamping kepala berfungsi sebagai keseimbangan tubuh saat di udara. Begitu pola berada di dekat smasher, maka segera memukul secepatnya kea rah yang dikehendaki.
Gerakan lanjutan  Setelah memukul bola, tangan ditarik kembali pada posisi semula, bersamaan mendarat kembali bertumpu pada kedua kaki dan kaki lentur. 

Block (bendungan) bolavoli
Block merupakan data upaya untuk menahan bola yang dipukul lawan di dekat net, agar serangan lawan dapat dipatahkan. 
Sikap Permulaan  Berdiri di depan jarring, kedua kaki sejajar, lutut ditekuk kedua tangan siap di depan dada, jari-jari renggang, pandangan mata mengamati arah bola dan mengamati smasher lawan. 
Sikap Pelaksanaan  Meloncat dengan menjulurkan tangan ke arah datangnya bola tangan membendung bola yang dipukul lawan. 
Sikap Lanjutan   Setelah membendung bola kedua tangan ditarik kembali ke posisi awal, mendarat dengan kedua kaki lentur dan mengambil sikap siap normal.  

Continue reading...