Tes Passing Bawah Bolavoli AAHPER


Pelaksanaan tes passing, yaitu :
  1. Testi melakukan passsing bawah dengan bola melalui atas tali setinggi 2,4 m ke arah sasaran seluas 1,2 x 1,8 m.
  2. Bola diumpan oleh pengumpan kepada testi.
  3. Diberikan kesempatan sebanyak 20 kali bola diumpan, 10 kali ke arah kiri dan 10 kali ke arah kanan.






Tes Passing Bawah Bolavoli AAHPER
Skor:

Satu angka diberikan untuk setiap bola yang jatuh di daerah sasaran. Dengan 20 kali kesempatan maka nilai maksimal adalah 20. Bola yang mengenai tali atau net atau bola yang jatuh di luar daerah sasaran dianggap sebagai percobaan yang sah dan tidak mendapat nilai.


Skor Persentil Tes Passing Bawah Bolavoli AAHPER
Berdasarkan umur dan Skor Hasil

Putra
Putri
Persentil
10-11
12
13
Persentil
10-11
12
13
Ke-100
19
19
19
Ke-100
19
19
20
95
12
14
16
95
12
12
12
90
10
13
14
90
10
10
10
85
9
12
13
85
8
8
9
80
8
11
12
80
7
7
8
75
7
10
12
75
6
6
7
70
6
9
11
70
6
6
6
65
5
8
10
65
5
5
5
60
4
8
9
60
4
4
4
55
4
7
9
55
4
4
4
50
3
6
8
50
3
3
4
45
3
5
7
45
3
3
3
40
2
4
7
40
2
2
3
35
2
4
6
35
2
2
2
30
1
3
5
30
1
1
2
25
1
2
4
25
1
1
1
20
0
2
4
20
0
0
1
15
0
1
3
15
0
0
0
10
0
0
2
10
0
0
0
5
0
0
1
5
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Sumber: Muleyono B. dan Sarwono  (1994: 425-429)
Continue reading...

Tes Menggiring Bola (dribbling) Sepakbola


Tes menggiring bola (dribbling) dari Nurhasan (2001).

Petunujuk pelaksanaan:
  1. Pada aba-aba ”siap”. Testee berdiri di belakang garis start dengan bola dalam penguasaan kakinya.
  2. Pada aba-aba ”ya”, testee mulai menggiring bola ke arah kiri melewati rintangan pertama dan berikutnya menuju rintangan berikutnya sesuai dengan arah panah yang telah ditetapkan sampai melewati garis finish.
  3. Bila arah salah dalam menggiring bola harus memperbaikinya tanpa menggunakan anggota badan selain kaki di tempat kesalahan terjadi dan selama itu pula stop watch tetap berjalan.
  4. Bola digiring oleh kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian, atau paling tidak salah satu kaki pernah menyentuh bola satu kali sentuhan.
  5. Gerakan tersebut dinyatakan gagal bila: (1) Testee menggiring bola hanya dengan menggunakan satu kaki saja, (2) Testee menggiring bola tidak sesuai dengan arah panah, (3) Testee menggunakan anggota badan lainnya selain kaki, untuk menggiring bola.


Tes Menggiring Bola (dribbling) Sepakbola

Skor:

Waktu yang ditempuh oleh testee mulai dari aba-aba ”ya” sampai melewati garis finish. Waktu dicatat sampai sepersepuluh detik.

Sumber: Nurhasan (2001: 14)
Continue reading...

Tes Kelincahan Dodging Run


Tes Kelincahan Dodging Run

Pelaksanaan:
Testi berdiri sedekat mungkin di belakang garis start, kemudian berlari secepat-cepatnya menurut arah yang ditentukan.

Penilaian:
a) Catat waktu yang ditempuh mulai dari start sampai dengan finish.
b) Tes dilakukan 2 kali pelaksanaan dan diambil waktu yang terbaik

Sumber (Ismiyati: 2008 : 41)

Tes Kelincahan Dodging Run

Continue reading...

Tes Kecepatan Lari 20 M

Tes Kecepatan Lari 20 M (sumber gambar : topensport.com)

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kecepatan Lari 20 M
a) Aba-aba “siap” testeee siap di garis start, dengan start berdiri.
b) Waktu ada aba-aba “ya” testee lari cepat melewati garis finish.
c) Waktu diambil dari aba-aba “ya” sampai testee melewati garis finish.
d) Tes dilakukan 2 kali pelaksanaan.
e) Hasil tes diambil “waktu terbaik”.
Continue reading...

Hakikat Wall Volley Tes Keterampilan Bulutangkis

Menurut Sapta Kunta Purnama (2010: 28) evaluasi dari hasi belajar keterampilan bulutangkis dapat diketahui melalui dua cara, yaitu: dengan cara kompetisi pertandingan  dan dengan cara melakukan tes ketranpilan bulutangkis. Wall volley merupakan kecakapan seseorang dalam memukul bola  sebanyak-banyaknya   ke  tembok  selama  30  detik,  dalam  hal  ini berusaha mempertahankan agar shuttlecock tidak jatuh ke lantai.




Menurut Ngatman (2001: 7) bahwa untuk mengukur keterampilan bermain bulutangkis menggunakan Lockhart-Mc Person dilakukan dengan tes dimulai dengan pukulan servis kearah tembok dilakukan dari belakang garis awal, kemudian bola yang memantul dari tembok di voli ke daerah sasaran sebanyak-banyaknya selama 30 detik.

Menurut  Tohar  (1997:  212)  bahwa  wall volley  terutama ditunjukkan   untuk  mengukur   kecakapan   mempermainkan   shuttlecock dengan gerakan koordinasi yang mencakup unsur reaksi, kelincahan, keluwesan, dan kecepatan.
Continue reading...

Tes Kekuatan Otot Tungkai

Pengukuran untuk memperoleh data mengenai kekuatan otot tungkai yaitu dengan menggunakan leg and Back dynamometer, satuannya adalah kilogram. Setiap testi melakukan 2 kali dan diambil yang
terbaik. Validitas dalam peneitian ini adalah dengan validitas logik dan reliabilitas menggunakan rumus person product moment.
Alat Untuk Mengukur Tes Kekuatan Otot Tungkai Leg and Back Dynamometer  (sumber:www.vacumed.com)
Tes Kekuatan Otot Tungkai Dengan Leg and Back Dynamometer (sumber : www.maudesport.com)

Continue reading...